Sukses meyakinkan boss Jepang, kini memproduksi part di Indonesia dan mengekspornya ke Jepang.
Ada pelajaran penting dari perjalanan seorang alumni magang Jepang: keberhasilan tidak selalu dimulai dari modal besar, tetapi sering kali dimulai dari sebuah kepercayaan.
Salah satu kisah tersebut datang dari Muhammad Isa, anggota KAMI-Japan sekaligus alumni IM Japan periode 1997–2000 di Kyoto, Jepang, yang kini mengembangkan usaha manufaktur melalui PT. Nikko Teknik Indonesia.
Selepas menjalani masa magang di Jepang, pengalaman kerja, kedisiplinan, kemampuan teknis, serta hubungan baik yang telah dibangun tidak berhenti begitu saja ketika kembali ke Indonesia. Pak Isa berhasil menjaga komunikasi dan, yang paling penting, meyakinkan perusahaan serta boss Jepang tempat dirinya pernah belajar dan bekerja bahwa ia mampu memegang sebuah kepercayaan yang lebih besar.
Kepercayaan tersebut kemudian berkembang menjadi peluang nyata. Pak Isa mendapatkan kesempatan untuk memproduksi part di Indonesia dengan standar kualitas yang dapat diterima oleh pihak Jepang. Produk yang dihasilkan selanjutnya dikirim dan diekspor ke Jepang.
Ini tentu bukan sekadar cerita mengenai transaksi bisnis antara Indonesia dan Jepang. Di baliknya terdapat perjalanan panjang membangun reputasi, menjaga kualitas, menepati komitmen, dan menunjukkan bahwa seorang mantan siswa magang Indonesia juga mampu berkembang menjadi mitra bisnis yang dipercaya.
Magang Jepang Bukan Hanya Belajar Bekerja
Kisah Pak Isa menjadi contoh menarik khususnya bagi generasi muda yang saat ini sedang menjalani maupun mempersiapkan diri mengikuti program magang Jepang.
Ketika berada di Jepang, jangan hanya berpikir: “Saya datang untuk bekerja tiga tahun, kemudian pulang.” Bangunlah sesuatu yang jauh lebih berharga: kepercayaan.
Belajarlah bagaimana perusahaan Jepang menjaga kualitas. Pahami cara mereka bekerja, disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan masalah.
Karena kemampuan teknis memang penting, tetapi ada satu modal yang nilainya dapat jauh lebih besar ketika seseorang kembali ke Indonesia:
SHINRAI — 信頼 — KEPERCAYAAN
Ketika seorang boss Jepang percaya terhadap kemampuan, karakter, dan tanggung jawab seorang peserta magang, hubungan tersebut berpotensi terus berkembang bahkan setelah program magang selesai:
- Bisa menjadi hubungan profesional.
- Bisa menjadi jaringan bisnis.
- Bisa menjadi transfer teknologi.
- Bahkan, seperti yang terjadi dalam perjalanan Pak Isa, dapat berkembang menjadi peluang produksi di Indonesia untuk pasar Jepang.
Dari Siswa Magang Menjadi Pelaku Industri
Keberadaan fasilitas produksi dan berbagai mesin manufaktur di PT. Nikko Teknik Indonesia menunjukkan bagaimana pengalaman yang dahulu diperoleh di Jepang dapat dikembangkan kembali di Indonesia.
Inilah salah satu semangat yang ingin terus dibangun oleh KAMI-Japan: alumni magang Jepang tidak hanya menjadi orang yang pernah bekerja di Jepang, tetapi dapat naik kelas menjadi tenaga profesional, wirausahawan, pengusaha manufaktur, pencipta lapangan kerja, hingga menjadi penghubung kerja sama ekonomi Indonesia–Jepang.
KAMI-Japan berharap semakin banyak alumni yang berani membagikan perjalanan usahanya — bukan untuk sekadar menunjukkan keberhasilan, tetapi agar pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi ribuan alumni serta siswa magang Jepang lainnya.
Pesan untuk Siswa Magang Jepang
Saat bekerja di Jepang, kerjakan tugas sekecil apa pun dengan sungguh-sungguh.
- Jaga nama baik.
- Jaga kualitas pekerjaan.
- Jaga komunikasi.
- Jaga kejujuran.
- Dan yang paling penting, jadilah orang yang layak dipercaya.
Karena kita tidak pernah tahu — orang yang hari ini menjadi boss kita di Jepang, suatu hari nanti mungkin menjadi partner bisnis kita.
Muhammad Isa membuktikan satu hal:
Magang boleh selesai, tetapi kepercayaan yang dibangun dengan baik dapat membuka perjalanan baru yang jauh lebih besar.
🇮🇩🤝🇯🇵
KAMI-Japan
Komunitas Alumni Magang Indonesia – Japan
Dari Alumni, untuk Alumni. Berkarya untuk Indonesia, Terinspirasi dari Jepang.