Pengalaman kerja selama magang di Jepang akan menjadi jauh lebih bernilai ketika ilmu tersebut tidak berhenti setelah pulang ke Indonesia, tetapi terus dikembangkan hingga menjadi usaha mandiri. Itulah pelajaran menarik dari perjalanan Agus Suhartono.
Agus Suhartono merupakan alumni IM Japan periode 1999–2003 di Osaka. Berbekal pengalaman di bidang teknik mesin, sepulang dari Jepang ia tidak langsung menjadi pengusaha. Ia kembali menjalani proses panjang dengan bekerja sebagai teknisi mesin-mesin plastik di Jakarta.
Dari sinilah perjalanan bisnisnya perlahan terbentuk. Pengalaman selama di Jepang memberikan fondasi kedisiplinan dan kemampuan teknis. Sementara pengalaman bekerja di Indonesia semakin memperkuat pemahamannya mengenai mesin, proses produksi, kebutuhan pelanggan, hingga berbagai persoalan nyata yang terjadi di lapangan.
2017: Mulai Berani Membangun Usaha Sendiri
Setelah melalui berbagai proses pembelajaran dan menambah pengalaman, pada tahun 2017 Agus Suhartono mulai merintis usaha sendiri. Melalui CV. Wahyu Putri Utama, ia mengembangkan usaha sebagai produsen botol plastik HDPE.
Usaha tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah keahlian teknis dapat dikembangkan menjadi kegiatan bisnis produktif. Tidak sekadar menjual produk, tetapi memahami bagaimana produk dibuat, bagaimana mesin bekerja, bagaimana menjaga proses produksi, serta bagaimana memenuhi kebutuhan pelanggan. Hari ini, berbagai produk kemasan plastik dapat diproduksi sebagai bagian dari perjalanan usaha yang terus dikembangkan.
Tidak Berhenti di Produksi Botol Plastik
Menariknya, perjalanan Agus tidak berhenti pada satu bidang usaha. Penguasaan teknik mesin kemudian dikembangkan lebih jauh melalui usaha machining dengan nama CV. Prima Teknik Bakti Mandiri.
Di bidang ini, usaha yang dijalankan antara lain mengerjakan machining CNC, pembuatan moulding atau cetakan plastik, kebutuhan cetakan untuk produksi sendiri, serta menerima jasa machining untuk pihak luar.
Model usaha seperti ini memiliki nilai strategis karena antara kegiatan produksi plastik dan machining dapat saling mendukung. Ketika membutuhkan moulding tertentu, kemampuan machining sendiri dapat membantu proses pengembangan produk. Di sisi lain, kapasitas mesin dan kompetensi teknis tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan kebutuhan pelanggan lainnya.
Dari seorang teknisi, perlahan berkembang menjadi pelaku manufaktur. Dari memahami mesin, kemudian mampu membangun sistem produksi. Dan dari pengalaman bekerja, akhirnya mampu menciptakan usaha sendiri.
Magang Jepang Bukan Sekadar Tiga Tahun Bekerja
Perjalanan Agus Suhartono memberikan pesan penting, khususnya kepada generasi muda yang sedang atau akan mengikuti program magang Jepang. Jangan melihat masa magang hanya sebagai kesempatan untuk mendapatkan penghasilan.
- Perhatikan mesin yang digunakan.
- Pelajari proses produksinya.
- Pahami kualitas produknya.
- Pelajari cara perusahaan menyelesaikan masalah.
- Bangun disiplin dan etos kerja.
- Dan yang terpenting, kuasai sebuah keterampilan sampai benar-benar menjadi kompetensi.
Sebab suatu hari nanti, keterampilan itulah yang mungkin menjadi modal paling berharga ketika kembali ke Indonesia.
Tidak semua alumni harus membuka usaha yang sama dengan tempat mereka pernah bekerja. Namun pengalaman Agus menunjukkan bahwa ketika keahlian yang diperoleh di Jepang diperdalam, dilanjutkan, dan disesuaikan dengan peluang di Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi pondasi usaha yang kuat.
Dari Teknisi Menjadi Pengusaha
Yang menarik dari kisah ini bukan hanya hasil akhirnya, justru prosesnya yang patut menjadi inspirasi. Sepulang dari Jepang, Agus masih bekerja sebagai teknisi. Ia mengumpulkan pengalaman, memahami mesin, mengenali industri, dan menambah kemampuan. Baru kemudian, setelah melalui perjalanan panjang tersebut, pada 2017 ia mulai membangun usahanya sendiri.
Inilah pesan yang sering terlupakan: tidak semua kesuksesan harus dimulai dengan lompatan besar. Kadang kesuksesan justru dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun — belajar, bekerja, mengumpulkan pengalaman, membangun keberanian, kemudian perlahan menjadi mandiri.
Motivasi yang Selalu Dipegang
Ada satu kalimat sederhana yang menjadi prinsip Agus Suhartono:
Jalani prosesnya, hasilnya serahkan pada Yang Maha Pencipta.
Kalimat tersebut sangat sesuai dengan perjalanan usahanya. Manusia mempunyai kewajiban untuk berusaha, belajar, memperbaiki diri, bekerja keras, dan menjalani setiap tahapan dengan sungguh-sungguh. Namun hasil akhir tetap menjadi bagian yang kita serahkan kepada Tuhan. Bukan berarti pasrah tanpa usaha, justru berusaha maksimal tanpa kehilangan keyakinan.
Dari Pengalaman Jepang, Berkarya untuk Indonesia
Kisah Agus Suhartono merupakan salah satu potret yang ingin terus diangkat melalui program Usaha Anggota KAMI-Japan. Kami percaya, di berbagai daerah masih banyak alumni magang Jepang yang memiliki perjalanan luar biasa: menjadi pengusaha, profesional, teknisi ahli, petani modern, pendidik, maupun pencipta lapangan pekerjaan.
Cerita-cerita tersebut perlu disampaikan. Bukan sekadar untuk menunjukkan keberhasilan seseorang, tetapi agar menjadi referensi, inspirasi, serta sumber pembelajaran bagi alumni dan generasi peserta magang berikutnya.
Semoga perjalanan Agus Suhartono bersama CV. Wahyu Putri Utama dan CV. Prima Teknik Bakti Mandiri menjadi inspirasi bahwa pengalaman magang Jepang tidak harus berhenti ketika masa kontrak selesai. Karena sebenarnya, kepulangan ke Indonesia bisa menjadi awal perjalanan yang jauh lebih besar. 🇮🇩🤝🇯🇵
KAMI-Japan — Komunitas Alumni Magang Indonesia–Japan.
Dari Alumni, untuk Alumni. Dari Pengalaman Jepang, Berkarya untuk Indonesia.